Pages

Minggu, 25 September 2011

Delapan Lagu SM*SH Pukau Smashblast

MADIUN – Penampilan boyband asal Bandung, Sm*ash (baca Smash) memukau  Smashblast, sebutan untuk fans Sm*sh di hall Hotel Merdeka Madiun, Jumat (23/9) malam. Selain membawakan lagi hitz I Heart U, boyband dengan tujuh personel itu juga membawakan lagu lawas yang diaransemen ulang.

Mengenakan kostum warna keemasan, boyband yang digawangi Morgan Oey, Rafael Landry Tanubrata, Rangga Dewamoela Soekarta, Dicky Muhammad Prasetya, Bisma Karisma, M Reza Anugrah, serta M Ilham Fauzi langsung menyapa fans dengan lambaian tangan.  Fans langsung menjerit mengelu-elukan idolanya. Apalagi saat ketujuh personel berparas ganteng itu menyanyikan lagu pertama yang diaransemen ulang, milik Trio Libels, Gadisku.

Tanpa jeda, boyband yang terbentuk pada 2007 itu memukau  Smashblast dengan lagu ‘Selalu Bersama’ yang diambil dari album Self-titled. Dengan gaya khas boyband, ketujuh personel tersebut nge-dance dengan kompak dan membuat fans semakin histeris. ‘’Apa kabar Sm*shblast Madiun?,’’ sapa Rafael Landry Tanubrata menyapa penggemarnya.

Sementara itu, Bisma Karisma sempat meminta Sm*shblast yang sebagian besar remaja putri itu agar tidak saling dorong. Maklum, pertunjukan malam itu memang membuat Smashblast yang rata-rata masih pelajar itu histeris dan berebut tempat paling depan.

‘’Tolong jangan berdesakan ya, kasihan yang masih kecil,’’ kata Bisma.
Tidak mau kehilangan momen,  penggemar dari Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Magetan serta Madiun itu langsung mengabadikan perform artis idolanya. Ada yang mengambil foto dengan kamera handphone, kamera digital hingga handycam. ‘’Puas bisa lihat langsung, tiket mahal gak masalah,’’ ungkap Salma, fans yang sengaja datang dari Ngawi.

Selain ingin melihat langsung, jauh hari Salma sudah menyediakan kenang-kenangan untuk idolanya. Sebuah topi dan T-shit menjadi pilihan siswi SMPN 1 Ngawi itu. Bersama empat temannya, Salma datang dua jam lebih awal agar tidak telat menyaksikan penampilan boyband dengan lagu hit I Heart U itu. Setelah delapan lagu dinyanyikan, Sm*sh pamit dengan menyapa para fansnya. ‘’Terima kasih Madiun, terima kasih semuanya,’’ kata Ilham dengan melempar handuk warna putih ke tengah penonton. (rgl/irw)

Sabtu, 24 September 2011

Pemilihan Dimas Diajeng Ngawi 2011

Cantik Saja Tak Cukup | Pemilihan Dimas Diajeng Ngawi 2011

NGAWI - Ajang pemilihan Dimas Diajeng Ngawi kembali digelar. Penyelenggaraan seleksi duta wisata Kota Kripik tersebut tahun ini menjanjikan persaingan yang lebih ketat.
Pasalnya, peserta tak lagi didominasi pelajar sekolah di kawasan kota seperti SMAN 1 dan SMAN 2, melainkan tersebar merata.
‘’Hampir dari setiap sekolah ada perwakilannya. Itu yang membuat kami harus selektif dalam pemilihan duta wisata kali ini,’’ ujar Ninuk Kurniawati, koordinator panituia, kemarin (23/9).
Sebagaimana biasa, para peserta tak hanya diuji pengetahuannya seputar Kota Kripik, tapi juga kepiawaiannya lenggak-lenggok di atas catwalk. ‘’Ini (beraksi di catwalk, Red) merupakan seleksi terakhir bagi peserta. Dan, biasanya yang tersulit dilakukan peserta,’’ terang Ninuk.
Benar saja kata Ninuk, sejumlah peserta terlihat grogi saat beraksi di atas catwalk. Mereka tampak canggung tampil di hadapan dewan juri dan penonton.Namun, tak sedikit pula yang tampil percaya diri saat lengak-lengok dan menampilkan gestur menyesuaikan iringan musik, hingga menuai aplaus meriah.
Ninuk mengungkapkan, peserta yang mengikuti seleksi catwalk sebanyak 65 . Sebelumnya, mereka dinyatakan lolos tes tulis dan wawancara. Nantinya, peserta akan dikerucutkan menjadi 20 orang (putra putri) yang berhak tampil di grandfinal pekan depan. ‘’Kalau pesertanya sekarang 65 orang, berarti 45 orang harus tereliminasi,’’ ungkapnya.
Duta wisata yang kelak terpilih, lanjut dia, akan maju ke ajang serupa tingkat regional, yakni pemilihan Raka Raki Jawa Timur. ‘’Kami harapkan akan ada keterwakilan baru di pemilihan Raka Raki nanti,’’ ucapnya.
Intan Putri Purnama, Diajeng Ngawi 2007 yang juga turut hadir dalam seleksi mengatakan bahwa untuk meraih predikat duta wisata bermodal cantik saja tidak cukup. Melainkan juga harus berwawasan luas, terutama seputar budaya dan pariwisata. Selain itu, penguasaan bahasa Inggris. ‘’Harus lengkap pokoknya, apalagi persaingan dalam pemilihan Raka Raki sangat ketat,’’ katanya.(dip/isd)

Selasa, 20 September 2011

SMPN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun

SMPN 1 Wonoasri Peduli Global Warming
LINGKUNGAN sekolah yang hijau jadi dambaan setiap siswa. Itu pula yang digalakkan SMPN 1 Wonoasri (Spensi) Kabupaten Madiun. Hasilnya, sekolah satu ini tampak indah dan sejuk karena banyak pepohonan rindang dan berbagai tanaman hias.
Kita jadi betah di sekolah,’’ ujar Lela, siswi kelas 8A.  “Di halaman depan, belakang, n samping banyak pohon rindang. Ada beringin, trembesi,mahoni, kayu putih, jati, dan masih banyak lagi,” timpal Biowing, siswa kelas 9.
Penanaman pohon-pohon itu sekaligus wujud komitmen Spensi ikut menanggulangi pemanasan global atau bahasa kerennya  global warming. ‘’Kalau pas pelajaran biologi dan PLH, kita biasa diajak keliling sekolah, belajar dengan langsung terlibat sama alam sekitar. Kita belajar mengidentifikasi  macam-macam tumbuhan, trus kita beri label dengan istilah-latinnya. Pada pelajaran bahasa Indonesia kita juga pernah diajak ke halaman, cari inspirasi untuk bahan membuat puisi tentang keindahan lingkungan,’’ ungkap Clara, siswi lainnya.
Anak-anak Spensi juga dilibatkan lho dalam pembuatan taman sekolah. Mereka ikut nyediain bunga-bunga. Juga waktu penanaman, sampe perawatannya. Untungnya, sekarang di halaman sudah dipasang tong-tong sampah yang khusus menampung sampah organik, non organik dan metal.
Nah, dengan penataan lingkungan sekolah yang bikin fresh dan enjoy itu diharapkan pada tahun-tahun mendatang Spensi bisa lebih berkompetensi dalam penilaan sekolah adiwiyata. “Ya harapannya bisa masuk nominasi tingkat kabupaten, “  tutur Pak Anwar Sodiq, wakasek kesiswaan dan humas.
Masih kaitannya sama pengelolaan lingkungan, Spensi pernah menjuarai lomba daur ulang limbah tingkat Kabupaten Madiun yang diadakan oleh DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan ) tahun 2010 lalu. Prestasi itu diraih lewat daur ulang kertas bekas jadi bonsai yang cantik abis. (*)
 
Tryout hingga Istighotsah

Spensi Peringkat II
Nilai UN Tertinggi
SEKOLAH boleh mewah (mepet sawah), tapi soal prestasi nggak mau kalah sama pelajar di kota. Siswa SMPN 1 Wonoasri (Spensi) pada ujian nasional tahun 2010/2011 lalu menempati peringkat kedua nilai rata-rata UN tertinggi se-Kabupaten Madiun, yakni 34,28.
Apa yang diraih anak-anak Spensi bukan sesuatu yang instan. Jauh-jauh hari sebelum UN, pihak sekolah sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari optimasi proses belajar mengajar, IB regular, IB reuni, tutor sebaya dan guru kunjung, try out, sampai istighotsah. ‘’ Untuk istighotsah, dilakukan siswa-siswi maupun wali murid,’’ kata Pak Sudjito, kepala sekolah.
Walaupun begitu, Pak Djito-panggilan akrab Pak Sudjito- masih pengen meningkatkan lagi prestasi anak-anak Spensi. “Selain mengoptimalkan proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi, kami akan mendatangkan guru-guru dari luar untuk lebih memotivasi anak-anak,” tuturnya sambil menambahkan bahwa semua program sekolahnya selalu didukung siswa dan orang tua murid.
Spensi masih punya prestasi lain loch. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Wonoasri Kabupaten Madiun, itu sekarang sudah berstatus SSN atau Sekolah Standar Nasional. Meraih SNN bukan hal gampang, perlu perjuangan dan kedisiplinan tingkat tinggi. ‘’Harus memenuhi 8 SNP  (Standar Nasional Pendidikan) atau di atas SPM (Standar Pelayanan Minimum), dan alhamdulillah SMPN 1 Wonoasri sudah di atas nilai standar itu,’’ ungkap Pak Djito.
“Kita sudah melaksanakan SSN pada tahun kedua dengan sukses, di mana di tahun kedua ini SMP N 1 Wonoasri melaksanakan program kegiatan di delapan SNP, melanjutkan program kegiatan tahun pertama, tambah Ketua Program SSN Spensi Pak Suharto. (*)


Inggris Yes, Bahasa Jawa Oke
SMPN 1 Wonoasri sadar betul pentingnya bahasa Inggris di era globalisasi. Makanya, sekolah yang dikenal dengan sebutan Spensi sengaja ngadain ekskul English (fullday school n english club).
Tapi ada yang beda, ekskul English Spensi ngajarin siswa terampil bahasa Inggris dan Jawa. Intinya, program ini mengajarkan siswa siswi untuk berani berekspresi dengan dua bahasa sekaligus: Inggris dan bahasa Jawa halus.
Peserta program fullday school n english club ini semua siswa kelas VII. Untuk menjamin kualitas program, pihak sekolah menggandeng lembaga pendidikan bahasa Inggris ternama dari Kediri.  Pelaksanaannya, hari Senin dan Kamis jam satu sampai empat sore. 
Materi ekskul English yang dikomandoi Bu Elly dan Bu Nurhayati ini banyak banget. Mulai dari speech,story telling, membuat poem/poetry,drama, singing, sampe mc n presenting. ”Pokoknya ikut ekskul ini gokil banget dech,kata Prayogo, salah satu peserta English Club.
Tau nggak sob, acara penutupan Fullday School yang namanya Clossing Meeting tahun ajaran 2010/2011, seru puolll. Acaranya sebenarnya banyak sich, tapi yang paling bikin heboh adalah MC dan pentas dramanya. “Very wow dan menambah inspirasi,” ujar Mila, siswi kelas VII F.
Selain Inggris, di Spensi juga ada ekskul musik, pramuka, tari, basket, karate, voli, choir, catur, dan masih banyak lagi. (*)

Lolos Porprov Jatim
NGGAK sia-sia Nanda Satria Anggara getol latihan karate. Lewat olahraga beladiri itu, cowok kelas  IXA SMPN 1 Wonoasri (Spensi), Kabupaten Madiun, ini mewakili kotanya di ajang Porprov Jawa Timur di Kediri beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Satria jadi juara 1 seleksi tingkat Kabupaten Madiun. Waktu itu, cowok berbintang Aries ini turun di nomor kumite 67 kilogram. ’’Pastinya senang dan bangga,’’ kata Satria.
Bukan sekali itu saja Satria mencatat prestasi membanggakan. Saat masih duduk di kelas VII dan VIII, cowok yang juga hobi basket ini meraih juara satu O2SN (olimpiade olahraga dan seni nasional) secara berturut-turut. Wow!
Cowok kelahiran 22 Maret 1997 ini sejak kecil sudah akrab dengan karate. Maklum, semua kakaknya juga atlet beladiri asal Jepang ini. ‘’Pokoknya karate sudah sangat mendarah daging di keluarga aku. Aku sendiri suka karate dari kecil. Apalagi, dulu sering lihat kakak berlatih dan dari situlah aku mulai mendalaminya,’’ ungkapnya.
Sukses Satria di olahraga karate nggak bikin kaget Pak Supiyono, pembina ekskul karate Spensi. Soalnya, Satria nggak pernah setengah-setengah kalau latihan. “Satria ini selalu sungguh-sungguh dalam berlatih. Postur tubuhnya juga sangat mendukung. Jadi wajar kalau dia bisa meraih semuanya,” kata Pak Supiyono. (*)

Mengenal Program Life Skill SMPN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun
Bikin Telur Asin dan Batik Jumput

SISWA-SISWI Spensi ternyata punya jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship yang pantas diacungi jempol. Bayangin, anak-anak usia segitu sudah mampu bikin produk yang memiliki nilai jual.
_________

ADA aktivitas menarik di SMPN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun siang itu. Beberapa siswa lagi asyik bikin telur asin. Mulai dari penyiapan adonan pemilihan telur, pembersihan, pengosokaan, perendamaan, hingga perebusan, mereka sendiri yang melakukan.
Pemasarannya jangan kuatir, Pak Kasanun dan Pak Yitna Subagiya, pembina program “life skill” ini  telah mengajarinya. Bahkan, telur yang telah diproses selama 7-14 hari ini laris manis . Maklum, rasanya bervariasi. Ada rasa pedas dan rasa bawang.
“Diharapkan siswa nantinya kalau sudah lulus dapat memaanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk mendapat penghasilan tambahan ataupun mata pencaharian utama dan dapat membuka lapangan kerja baru, kata Pak Kasanun diamini Pak Yitna Subagiya.
Spensi juga punya program kewirausahaan lainnya, yaitu “life skill” batik jumput. Disebut begitu karena jumput itu batik yang cara pemberian motifnya dengan menjumput (menggunakan ujung ibu jari dan telunjuk).
 Mulai dari proses pemberian tanda pada kain, pengikatan kain dengan karet, pencelupan kain ke warna yang diinginkan, hingga penjemuran, diajarkan oleh Bu Sri Kartini.  “Kami berharap  setelah terjun ke masyarakat mereka mampu mengembangkan skillnya itu sendiri sehingga mereka bisa berkreasi, mandiri dan dapat berdaya guna di masyarakat, tutur Bu Sri. (*)

Selasa, 09 Agustus 2011

SMK Negeri 1 Paron Ngawi

SMKN 1 Paron Hasilkan Karya Inovatif
TEKNIK Kendaraan Ringan (TKR) atau Teknik Otomotif adalah salah satu jurusan yang ada di SMKN 1 Paron selain jurusan Akuntansi, Pemasaran dan Teknik Sepeda Motor (TSM). TKR bisa dibilang ikonnya SMKN 1 Paron. Soalnya, lewat tangan dingin guru dan siswanya mampu menghasilkan berbagai karya inovatif.
Bahkan, sekolah ini telah berhasil merakit mobil. Hebat kan! Kendaraan bernama Car Trainer Toyota Kijang ini dirakit oleh beberapa guru yaitu Pak Sukirno, Pak Zainal, Pak Eko Bisri, Pak Bambang, Pak Mahfur, Pak Suprabowo, dibantu beberapa siswa.
Dengan dukungan berbagai pihak, pada tahun 2008 mobil tersebut diresmikan untuk dijadikan bahan praktik siswa. “Sebenarnya sih sayang, tapi lebih sayang kalau siswa di sini mampu mempelajari ilmu dari mobil tersebut,” ujar Pak Zainal.
Mobil ini kualitasnya nggak kalah sama mobil pabrikan lho. Buktinya, meskipun sudah 3 tahun digunakan, mesinnya masih oke. ‘’Adanya mobil ini supaya siswa dapat mempelajari tentang engine, kelistrikan body, power trant( pemindah tenaga), kemudi,  break atau rem, tune up, overhaul, dan sebagainya, termasuk sistem EFI 7K-nya Kijang,’’ papar Pak Zainal.
Waktu Hari Jadi Kabupaten Ngawi kemarin, mobil itu diikutkan karnaval dan meraih juara I.  ‘’Tahun ini sekolah kami mendapat bantuan 1 unit mobil Avanza. Juga  bantuan dari Yamaha berupa 1 unit motor  Mio sport untuk praktik siswa,’’ ungkapnya.
Siswa TKR juga sudah sering mengikuti skill contest. Baik tingkat karesidenan maupun regional seperti yang diadain Unesa, ITS, dan masih banyak lagi.  (*)


Prakerin di Perusahaan Besar
TAK cukup teori dan praktik di sekolah, untuk mengasah ilmu sekaligus kemampuan wirausaha, siswa SMKN 1 Paron mengadakan Prakerin (Praktik Kerja Industri) di bengkel-bengkel resmi di Ngawi dan sekitarnya selama 4 bulan penuh. Selain itu, kunjungan industri ke berbagai perusahaan besar seperti PT. Coca Cola di Semarang. ‘’Kalau untuk siswa TKR misalnya ke perusahaan karoseri di Magelang,’’ kata Pak Zainal.
Baru-baru SMKN 1 Paron juga mengirimkan siswanya mengikuti diklat di UPT Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan di Surabaya selama 2 minggu. “Selama dididik di sana para siswa juga diajarkan disiplin kerja,’’ ungkapnya.
Masrivan, salah satu peserta diklat,  mengaku mendapat bekal berharga dari pelatihan tersebut. ‘’Banyak hal yang saya dapat dari sana. Misalnya, sistem EFI dan sistem AC mobil. Mudah-mudahan berguna untuk diterapkan di dunia kerja nanti, ” ujar siswa kelas XII TKR B ini. (*)


Tiap Tahun Diserbu Pendaftar
SMKN 1 Paron terbilang sekolah baru. Sekolah di Jalan Raya Gentong Paron Ngawi ini berdiri 25 Juni 2007. Kali pertama membuka pendaftaran siswa baru hanya tersedia 2 rombongan belajar, yaitu Mekanik Otomotif dan Penjualan. Masing-masing kelas terdiri 50 siswa. ‘’Pada tahun kedua kami membuka 3 rombel, yaitu Mekanik Otomotif sebanyak 2 kelas, Penjualan 1 kelas dan Akuntansi 2 kelas,’’ terang Pak Parjono, Kepala SMKN 1 Paron.
Tak disangka, pendaftar kala itu membeludak. Dari daya tampung sebanyak 200 siswa, pendaftar tercatat hampir 400. Jadi, terpaksa menolak sekitar 180 calon siswa. ‘’Semula gedungnya numpang SD, tapi pada awal Januari 2009 punya gedung sendiri. Siswa masuk pagi dan sore,’’ ungkapnya.
Fenomena itu membuat SMKN 1 Paron pada tahun ketiga memutuskan menambah lagi rombel. Teknik Kendaraan Ringan sebanyak 3 kelas, Akuntansi 3 kelas, dan Penjualan 2 kelas. ‘’Masing-masing kelas terdiri 40 siswa. Pada tahun ini jumlah murid kami sudah sekitar 530,’’ papar Pak Parjono.
Penambahkan kelas berlanjut pada tahun keempat dan kelima. Saat ini, SMKN 1 Paron memiliki 929 siswa. Sedangkan jurusannya menjadi 4 setelah dibuka jurusan Teknik Sepeda Motor. ‘’Pendaftar berasal dari beberapa kecamatan seperti Paron, Jogorogo, Ngrambe, Kendal, Sine, Kedunggalar, dan tidak sedikit dari kota Ngawi,’’ ujarnya.
Tren bertambahnya pendaftar dari tahun ke tahun itu, kata Pak Parjono, tak lepas dari sederet prestasi yang diraih SMKN 1 Paron. Juga dukungan tenaga pendidik berkualitas. Sebut saja Pak Ribut Triyono, yang sudah malang melintang sebagai wasit pertandingan bola voli nasional dan menjadi juri turnamen voli di berbagai daerah. (*)


Prapansa Sabet Juara Umum III
SALAH satu ekskul yang menonjol di SMKN 1 Paron Ngawi adalah pramuka. Banyak siswa yang bergabung dengan ekskul yang dikenal dengan istilah dengan istilah Prapansa (Pramuka Paron Satu) ini. ‘’Soalnya, kita diajarin kepemimpinan, kedisiplinan diri dan masih banyak lagi,’’ kata salah satu siswa.
Tau nggak, Prapansa sudah meraih banyak prestasi lho. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten sampe karesidenan. Yang terbaru, Prapansa menyabet juara umum III PKIII (Penegak Kreasi Tiga) yang diadain IKIP PGRI Madiun.
Gelar juara umum III itu diraih setelah Prapansa dapet juara 1 lomba pioneering, lomba pidato bahasa  Indonesia, lomba kreasi ketela pohon dalam  pengembaraan, dan banyak lagi.
Prestasi itu tak urung disambut gembira anak-anak SMKN 1 Paron. Apalagi, saingannya lumayan berat. Banyak sekolah favorit di Madiun yang berpartisipasi dalam lomba itu. ‘’Selain pulang bawa piala, kita juga mendapatkan banyak pengalaman dan teman dari berbagai daerah,’’ kata siswa lainnya.
Kegiatan pramuka di SMKN 1 Paron sendiri selama ini sangat bervariasi. Ada PTP (Penerimaan Tamu Penegak), PTA (Penerimaan Tamu Ambalan), penempuhan bedge sangga, TKU Bantara, dan sebagainya. (*)

Disiplin Bikin KBM Lancar
DI kalangan anak-anak SMKN 1 Paron, nama Bu Sunarsih sudah nggak asing lagi. Maklum, bu guru satu ini dikenal disiplin dan tegas. Pokoknya, demi kedisiplinan siswa, Bu Sunarsih nggak pandang bulu. Sikap tegas itu bukan tanpa alasan.
‘’Semua ini demi kebaikan siswa. Biar kelak mereka jadi orang yang disiplin dalam segala hal, khususnya dalam dunia kerja setelah kita lulus SMK nanti,’’ kata bu guru yang juga koordinator Tim Tatib SMKN 1 Paron ini.
Menjadi Tim Tatib, bagi Bu Sunarsih, merupakan tugas mulia. Sebab, jika kedisiplinan dan ketertiban bisa ditegakkan, kegiatan belajar mengajar (KBM) akan berjalan dengan  lancar. ‘’Siswa yang melanggar tata tertib sekolah dilakukan pembinaan dan selanjutnya diberi poin,” ungkapnya.
Bu Sunarsih ini menanamkan kedisiplinan tidak hanya di sekolah saja lho, tapi juga di lingkungan keluarganya.  ”Sejak kecil harus ditanamkan kedisiplinan dalam keluarga agar kelak menjadi manusia yang bertanggung jawab,” tutur Bu Sunarsih yang mengajar di SMKN 1 Paron sejak Februari 2010 ini. (*)

Jumat, 05 Agustus 2011

SMAN 2 Mejayan Gelar Pondok Ramadan

MADIUN – Bulan ramadan dimaknai betul oleh SMAN 2 Mejayan. Karena itu, sekolah ini sengaja mengemas pondok ramadan dengan berbagai kegiatan bernuansa religius dan mengasah kepekaan sosial. Mulai dari buka bersama, zakat, seminar keagamaan, Nuzulul Quran, hingga Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa).

Selain itu, pemberian takjil gratis kepada kaum dhuafa secara spontanitas juga menjadi ciri khas SMAN 2 Mejayan dalam menyambut ramadan. ‘’Puasa Ramadan merupakan bentuk pelatihan rohani yang apabila dijalani dengan niat suci akan dapat mengantarkan manusia pada tingkat derajat muttaqin,’’ terang Slamet Riyadi, penanggung jawab Pondok Ramadan SMAN 2 Mejayan, kemarin (4/8).

Pondok Ramadan SMAN 2 Mejayan digelar selama 6 hari (4-10 Agustus 2011). Antusiasme tinggi ditunjukkan siswa. Pun, saat sesi tanya jawab digelar pada seminar membahas syariat Islam yang dilangsungkan di aula sekolah. ‘’Pembimbing acara ini saya dibantu Pak Darmani serta Bu Ninik. Dan, mendapat dukungan penuh kepala sekolah Pak Tedjo Sasono maupun orang tua murid,’’ ungkapnya.

Menurut dia, pondok ramadan sangat relevan dilaksanakan di zaman modern ini untuk membentuk akhlak siswa yang bermoral dan menumbuhkan kesadaran menjalankan syariat Islam. 

Pondok Ramadan SMAN 2 Mejayan mendapat pengawasan dari Kementerian Agama. Diharapkan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bisa membekas dalam diri siswa. ‘’Kami berharap dinas pendidikan kabupaten mengadakan seperti manajemen pesantren atau formulasi kegiatan pondok ramadan ini agar semua sekolah serentak menjalankannya,’’ ujarnya. (yos/bar)
 
Exmud Online © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum