Pages

Selasa, 03 April 2012

SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun

Bergaya di Hari Kartini
MESKI tergolong sekolah baru, SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun nggak mau ketinggalan memperingati Hari Kartini. Tiap tanggal 21 April, semua warga sekolah wajib tampil dengan pakaian adat.


Nggak cuma para siswa yang bergaya, bapak ibu guru tidak mau ketinggalan loh. So, kegiatan itu selalu ditunggu-tunggu warga sekolah. “Kegiatan Kartinian ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat Kartini pada diri siswa, sekaligus mengasah kreativitas dan kerjasama mereka,” ucap Bu Istuningsih, ketua panitia kegiatan.
Dalam even ini diadakan kegiatan lomba-lomba yang diikuti para siswa termasuk bapak dan ibu guru. Salah satunya fashion show. Menariknya, dalam peragaan busana itu ada yang menampilkan kreasi dari tumbuh-tumbuhan.
Selain fashion show, masih banyak lomba lainnya, seperti lomba kakang mbakyu, menghias tumpeng, dan lomba menata tanaman hias dalam pot. Masing-masing kelas wajib mengirimkan wakilnya dalam lomba tersebut.
Acara Kartinian di SMPN 3 Kare selalu disambut antusias siswa. Perayaan lebih seru rencananya digelar untuk hari besar nasional dan HUT sekolah mendatang. ‘’Tentunya berbeda dari tahun sebelumnya,’’ kata Bu Istuningsih. (*)

Ada Baksodor dan Engklek
ADA tradisi khusus di SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun setiap selesai ujian sekolah. Sekolah ngadain outbond sebagai ajang kreativitas sekaligus refreshing. Kali terakhir outbond digelar di Monumen Kresek. ‘’Sengaja kami pilih tempat yang bersejarah agar siswa lebih memahami arti sejarah perjuangan bangsa,’’ kata Pak Alim Aziz Saputro, ketua panitia kegiatan.
Waktu outbond di Monumen Kresek itu, banyak sekali kegiatan yang dilakukan. Antara lain, senam bersama dengan instruktur Pak Yoyok, guru olah raga SMPN 3 Kare. Juga ada permainan yang memerlukan daya konsentrasi, kerjasama kelompok, serta kecepatan.
Permainan tradisonal seperti baksodor dan engklek juga dimainkan lho. Di situ, guru beradu melawan siswa. Yang nggak kalah serunya egrang dan ular-ularan. ‘’Ini semua dilakukan untuk melestarikan budaya bangsa supaya tidak punah dengan budaya asing,’’ paparnya.
Jangan salah yach, kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa kebersamaan di antara siswa dan guru. “ Wah, asyik banget. Bisa ngilangin kejenuhan dan bikin pikiran fresh,” ujar Gofur Nur Rohim , ketua OSIS SMPN 3 Kare. (*)

Pramuka hingga Elektronika
MESKIPUN baru 4 tahun berdiri, ekskul di SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun terbilang banyak. Salah satu yang diminati siswa adalah elektronika. Latihannya diadain setiap Kamis sepulang sekolah. “Dalam ekskul elektronika ini, anak-anak diajari keterampilan dasar seperti menyolder sampai merakit radio,” kata Pak Eko Agus Widodo, pembina ekskul elektronika.
Anak-anak yang mengikuti ekskul ini sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan baru seputar elektronika. “Wah, asik banget karena di sini kita bisa merakit radio sendiri yang biayanya jauh lebih murah dari pada beli di toko,” ungkap Gezika, salah satu siswi yang ikut ekskul itu.
Selain merakit radio, di bawah bimbingan Pak Eko, siswa juga telah berhasil membuat bel listrik untuk sekolah. Ada lagi yang lebih kreatif, yakni me-recycle jam dinding bekas. ‘’Anak-anak juga merakit kembali jam dinding yang sudah rusak. Cukup dengan Rp 5 ribu sudah menjadi baru lagi,” ujar Pak Eko.
Selain elektronika, di SMPN 3 Kare juga ada ekskul pramuka yang dibina Kakak Alim Aziz Saputra. Kegiatannya dilaksanakan tiap Sabtu sore. Ekskul TIK juga ada lho. “Dalam kegiatan ini anak-anak dibimbing agar lebih mahir mengoperasikan komputer,” ungkap Pak Toni Firlani, pembina ekskul TIK. (*)

Kompak dan Saling Menghargai
SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun terbilang sekolah baru. Sekolah ini diresmikan pada 28 April 2008 oleh Pak Sukarwo (sekarang gubernur) yang saat itu menjabat sebagai Sekda Provinsi Jawa Timur.
Keberadaan SMPN 3 Kare tak lepas dari sosok Bu Niken Hyuliastuti. Sebab, Bu Niken adalah perintis berdirinya sekolah ini. Ibu kelahiran 30 Juli 1972 ini pula yang saat itu menjadi ketua pelaksanaan pembangunan SMPN 3 Kare.
Pada awal berdirinya, SMPN 3 Kare hanya memiliki 6 guru, 3 tenaga tata usaha, dan 1 orang penjaga sekolah. Seiring waktu, tenaga di sekolah tersebut berkembang hingga kini menjadi 16 guru dan 6 staf.
Meskipun sekolah kecil, tidak menyurutkan semangat semua warganya untuk mencapai prestasi. Pada unas tahun 2010/2011 yang merupakan unas pertama di SMPN 3 Kare, misalnya, hasilnya lulus 100 persen.
Menurut Bu Niken, keberhasilan itu tak lepas dari kekompakan dan sikap saling menghargai di antara warga sekolah. ‘’Ibarat satu tubuh, keberhasilan mengelola sekolah ini tidak akan bisa tanpa kerja sama dari semua warga di sekolah ini. Saling menghargai dan meningkatkan empati adalah salah satu kunci suksesnya,” kata Bu Niken.
Bu Niken sendiri termasuk salah satu kepala sekolah perempuan termuda di Kabupaten Madiun.
Meskipun perempuan, ibu yang punya hobi menyanyi ini dikenal sebagai seorang yang energik dan punya loyalitas kerja tinggi.
Itu terbukti dengan banyaknya pestasi yang diperolehnya. Selain menduduki jabatan Kepala SMPN 3 Kare mulai 15 Juli 2011, Bu Niken pernah menyandang predikat guru berprestasi. Ibu tiga anak ini juga mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi. Buktinya, lingkungan sekolah selalu bersih dan asri.
Bu Niken juag kerap mencetuskan ide-ide kreatif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan. So, anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Para guru dan pegawai pun kerasan bekerja di sekolah. (*)

Pro-Lingkungan, Tanam Pohon
PEDULI lingkungan nggak cukup cuman jargon aja, tapi juga butuh action nyata. Nah, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya, SMPN 3 Kare Kabupaten Madiun punya program-progam pro-lingkungan.
Salah satunya adalah program penghijauan dengan penanaman pohon dan tanaman hias di lingkungan sekolah dan sekitarnya. “Program ini sekaligus untuk menyukseskan gerakan sejuta pohon yang dicetuskan Pak Bupati Muhtarom,’’ kata Bu Yuli Kurnia Ningsih, koordinator PLH SMPN 3 Kare.
Gerakan penanaman sejuta pohon dimulai dengan aksi penanaman trembesi dan sengon yang dikomandoi Bu Niken Hyuliastuti, kepala sekolah. Kemudian diikuti aksi yang sama oleh semua warga SMPN 3 Kare di titik-titik tertentu lingkungan sekolah.
‘’Tidak kurang dari 26 bibit trembesi dan sengon telah kita tanam. Selebihnya sebanyak 150 bibit trembesi dan sengon dibagikan ke orangtua siswa dan warga sekitar,’’ ungkap Bu Yuli.
Selain tanaman pelindung, warga SMPN 3 Kare juga menanam berbagai tanaman produktif di lingkungan sekolah, Di antaranya, cengkih, coklat, alpukat, durian, kelengkeng dan masih banyak lagi lainnya. ‘’Selain berfungsi sebagai tanaman peneduh, hasilnya juga bisa kita manfaatkan,” tuturnya.
Tak lupa warga SMPN 3 Kare mempercantik lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman hias. Mulai dari bunga zamia, palem merah, sampai adenium. ‘’Walaupun sekolah kita sekolah kecil, tapi kita bisa wujudkan sekolah yang asri, nyaman dan sedap dipandang mata,” urai Ibu Niken, guru lainnya.
Nggak cuma itu, sekolah ini juga punya kebun toga loh. Ada berbagai tanaman toga di sana dan sudah beberapa kali panen. Kegiatan berkebun tanaman toga ini dikomandoi Pak Muhammad Yusuf. Masih terkait dengan kebersihan sekolah, SMPN 3 Kare menerapkan denda bagi siapa aja yang membuang sampah sembarangan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Exmud Online © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum