Pages

Senin, 06 Juni 2011

SDK Santa Maria Ponorogo

Komite Getol Lakukan Terobosan
KEMAJUAN sekolah tak bisa dilepaskan dari keberadaan komite. Pun di SDK Santa Maria Ponorogo.
Komite melakukan supervisi maupun berbagai terobosan demi kelancaran proses belajar mengajar yang bermuara pada kualitas siswa maupun lembaga sekolah. “ Dengan adanya komite, segala permasalahan dapat terpecahkan,’’ ungkap Pak Denny Setiawan, Ketua Komite SDK Santa Maria.
Selain supervisi, komite juga sering memberikan masukan positif terkait sarana prasarana sekolah. Misalnya, pembangunan studio musik dan laboratorium komputer. Hasilnya di luar dugaan, belum genap setahun, komite yang di ketuai Pak Denny Setiawan itu sudah mampu menyulap SDK Santa Maria menjadi sekolah favorit di kota Ponorogo.
Tak hanya itu, kini sekolah itu memiliki lapangan basket berstandar nasional, perpustakaan yang lengkap , serta ruang unit kesehatan sekolah (UKS). “ Kami tidak ingin murid – murid sekolah sekolah ini tertinggal dalam teknologi maupun yang lainnya. Makanya kami membangun sarana prasarana tersebut,” paparnya.
Pak Denny menambahkan, dalam waktu dekat SDK Santa Maria juga akan membekali siswanya dengan program keahlian seperti kursus mandarin, drawing and art, dan tari. ‘’Juga pengembangan bakat di bidang olahraga seperti futsal, renang, dan bulu tangkis,’’ ungkapnya. (*)

Gandeng Klub Basket Sahabat
SEKOLAH mana yang punya lapangan basket berstandar nasional? Mungkin cuma SDK Santa Maria Ponorogo. Fasilitas itu dibangun bukan untuk gagah-gagahan, tapi demi mengoptimalkan bakat siswa di bidang olahraga bola basket. ‘’Agar anak didik yang punya bakat basket bisa tersalurkan dengan baik,’’ kata Pak Agung Bayu Kesowo, guru olahraga SDK Santa Maria.    
Menurut Pak Agung, adanya lapangan basket berstandar nasional itu disambut antusias siswa. Apalagi, pihak sekolah sengaja menggandeng Klub Basket Sahabat untuk melakukan pembinaan. ‘’Sekolah juga menyuport semua siswa mengikuti berbagai even basket dengan tujuan agar lebih percaya diri,’’ tuturnya.
Langkah sekolah menyalurkan bakat siswa sejak dini itu membuahkan hasil membanggakan. Banyak lulusan SDK Santa Maria yang mengantar tim sekolahnya menjuarai lomba basket tingkat karesidenan maupun kabupaten. ‘(SMP Katolik Slamet Riyadi contohnya,’’ ungkap guru yang sempat mengajar di SDK Petra Surabaya ini.
‘’Harapannya ke depan sekolah kami bisa mengadakan even basket tingkat SD se-Ponorogo. Selain untuk menjaring bibit-bibit pebasket potensial, even ini bertujuan menjalin persahabatan antar SD,’’ imbuhnya. (*)

Buka Ekskul Bahasa Mandarin
ERA globalisasi tak hanya menuntut kemampuan bahasa Inggris, tapi juga bahasa Mandarin. Nah, tahun ini SDK Santa Maria Ponorogo bakal membuka ekstra kurikuler (ekskul) bahasa Mandarin.
Ekskul bahasa Mandarin ini nggak lepas dari ide Pak Sudarsono. ‘’Adanya ekskul Mandarin diharapkan dapat meningkatkan wawasan berbahasa siswa-siswi SDK Santa Maria dalam menyambut era globalisasi,’’ ujarnya.
Kelak, lanjut Pak Sudarsono, semua siswa wajib mengikuti ekskul bahasa Mandarin ini. Pihak sekolah pun sengaja mencari guru yang berkompeten di bidang bahasa Mandarin. ‘’Pengajarnya harus fasih berbahasa Mandarin, baik lisan maupun tulisan,’’ tuturnya. (*)

Lolos Final Olimpiade Sains
PERNAH dengar olimpiade sains Kuark? Nah, siswa SDK Santa Maria Ponorogo ada yang lolos final ajang itu lho. Dia adalah Caroline Shania Santoso. Rencananya, final digelar di Jakarta 25 Juni nanti.
Kabarnya, di partai puncak nanti para finalis juga berkesempatan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Wow! ‘’Pastinya bangga bisa ketemu presiden. Dan mudah-mudahan di final nanti bisa meraih hasil terbaik,’’ ujarnya.
Kendati mampu lolos kompetisi bergengsi, tak serta merta membuat pelajar kelas 5 penyuka seafood itu merasa puas.  ‘’Aku pengin berprestasi dalam lomba IPA tingkat nasional dan internasional,’’ kata Caroline.
Sejak kecil cewek kelahiran Jogjakarta 20 April 2000 ini sudah menyukai bidang sains. Dia juga hobi baca buku dan melakukan eksperimen.  ‘’Pelajaran sains itu menyenangkan,’’ ujar putrid pasangan Pak Fredy Kurniawan Santoso dan Bu Ivone Dwiariastuti Tanaya ini.
Sementara, guru pembimbing Bu Nicodema Warsini mengatakan bahwa saat perlombaan Kuark, SDK Santa Maria mengirimkan 12 anak.
Dari jumlah itu, 6 di antaranya masuk semifinal. Yaitu, Caroline, Natasya, Leony, Evardo, Federico, dan Michael. ‘’Akhirnya Carolina yang masuk final. Rencananya, kami akan mendampingi Caroline di final 25 Juni nanti,’’ ungkapnya. (*)

Masuk 13 Besar Panjat Tebing Jatim
NGGAK rugi Baptista Brahmantia Nanda Jeharu suka berada di ketinggian. Bukan menek pohon lho, tapi olahraga panjat tebing. Siswa SDK Santa Maria Ponorogo itu beberapa kali menyabet juara even wall climbing, baik di tingkat kabupaten maupun Jawa Timur.
Untuk even panjat tebing tingkat kabupaten, Bram-panggilan Baptista Brahmantia Nanda Jeharu-pernah menyabet juara 3. Sedangkan tingkat Jawa Timur, dia pernah masuk 13 besar. ‘’Tapi aku belum puas. Aku ingin berprestasi lebih baik lagi,“ kata Bram.
Nggak salah kalo putra pasangan Pak Jeharu Paulus dan Bu Kusnandarti ini punya obsesi ikut kejuaraan panjat tebing tingkat nasional. Untuk mengasah kemampuan panjat tebingnya, dia gabung klub panjat tebing Spider Rock. “Latihannya pulang dari sekolah, jadi nggak pernah ketinggalan pelajaran,” ungkapnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Exmud Online © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum