Pages

Rabu, 22 Juni 2011

MTsN Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun

Jawara Pidato hingga Yudo

MTsN Sidorejo
Panen Prestasi
SEKOLAH boleh berada di pinggiran, tapi anak-anak MTsN Sidorejo nggak mau kalah sama siswa sekolah lain. Bahkan, tahun ini madrasah tersebut bisa dibilang panen prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Sebut saja Dian Septiani. Siswi kelas VIIA mampu menyabet juara pertama olimpiade matematika tingkat kabupaten. Atas hasil itu, sulung pasangan Pak Muchlis dan Bu Juminah ini berhak mewakili Madiun ke tingkat Jawa Timur.
“Nggak nyangka bisa maju ke tingkat provinsi,’’ ujarnya.
Cewek berzodiak Virgo ini bilang, sebelum maju ke tingkat provinsi, para peserta diberi pembinaan di MAN 2 Madiun. “Pesertanya 10 anak yang sudah dipilih saat olimpiade tahap pertama di MTsN Bibrik” katanya.
Lain halnya dengan Riza Hana Nur Rohim. Dia jagonya pidato. Bahkan, berhasil meraih juara 1 lomba pidato Bahasa Indonesia antar-siswa MTsN se-Kabupaten Madiun. Padahal, pesaingnya banyak dan bagus-bagus.
Lucunya, putra Pak Sabarudin dan Bu Siti Romlah ini sempat keluar keringat dingin waktu menghadapi lomba tersebut, saking nervousnya. Tapi, semua itu akhirnya bisa diatasinya. “Intinya, waktu lomba kita nggak boleh minder apalagi mudah putus asa. Anggap saja di depan podium nggak ada orang” kata Riza.
Prestasi non-akademik anak-anak MTsN Sidorejo juga oke lho. Salah satunya Afrianto. Siswa kelas VII ini mampu menggondol juara III lomba yudo tingkat Jawa Timur dan berhak maju ke tingkat nasional. “Pastinya bangga  bias dapat penghargaan,  apalagi hingga maju ke tingkat nasional,’’ ujarnya.
Afri yang mulai menggeluti yudo sejak kelas IV SD itu punya kiat tersendiri biar sukses dalam perlombaan. “Latihan semaksimal mungkin dan selalu meminta doa restu ortu sebelum bertanding,’’ ungkapnya.
‘’Prestasi lain yang diraih siswa-siswi kami di antaranya di bidang pidato Bahasa Inggris, MTQ, pidato Bahasa Arab, fashion show dan masih banyak lagi,’’ imbuh Pak Budi Priyono, Kepala MTsN Sidorejo.
Nggak cuma itu, ada juga guru TIK sekolah ini yang berprestasi. Namanya Pak Winarko. Pak guru itulah yang mengarang lagu mars MTsN Sidorejo. Juga ada Bu Umi Lestari yang terpilih sebagai juara II guru teladan se-Kabupaten Madiun, serta Bu Zunaidah yang sering juara lomba seni suara. (*)


SWOT Antar Jadi Kasek Berprestasi
TAU NGGAK, Pak Budi Priyono, kepala MTsN Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun, pernah dapat juara II pemilihan kepala sekolah (kasek) berprestasi yang diadain Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), lho.
Kata Pak Budi, pemilihan kepala sekolah berprestasi itu seleksinya ketat.
Ada serangkaian tes yang harus dilalui. Yaitu, tes tulis, interview, dan presentasi karya tulis yang berisikan pengalaman sebagai kepala sekolah. ‘’Karena lomba ini jarang diselenggarakan, saya tidak banyak melakukan persiapan khusus,’’ tuturnya.
Pak Budi cuma nyiapin kompetensi secara alami, yaitu mengawali dengan kegiatan analisa SWOT (Strength, Wealkness, Opportunity, Threat). Kemudian, berupaya memanfaatkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman terhadap paradigma baru pendidikan, khususnya di lingkup MTsN Sidorejo.
Karya tulis bikinan Pak Budi bertema “Maksimalisasi Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTsN Sidorejo”. Di situ dijelasin kalau tugas pokok kepala sekolah itu nggak cuma sebagai leader, tapi juga edukator, manajer, administrator, supervisor, inovator, motivator, serta berperan sebagai figur dan mediator bagi perkembangan masyarakat dan lingkungannya.
Apa sih suka dukanya jadi pimpinan MTsN Sidorejo? ‘’Senangnya kalau murid atau guru bisa berprestasi dan berakhlak karimah atau berkarakter. Dukanya ya kalau ada murid atau guru yang agak nakal dan tidak punya motivasi. Tapi lebih banyak sukanya, kok,’’  ujar bapak yang juga dosen itu sambil tersenyum.
‘’Harus kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas,’’ kata Pak Budi waktu ditanya apa saja kiatnya menjadi kepala MTsN Sidorejo hingga madrasah yang dipimpinnya mampu meraih seabrek prestasi. (*)


Lulus, Pilih Sujud Syukur
ANAK-ANAK kelas IX punya cara tersendiri memaknai kelulusan. Mereka memilih melakukan sujud syukur, bukannya hura-hura atau aksi corat-coret baju seragam. ‘’Kami bangga karena itu (sujud syukur, Red) sesuai dengan ajaran agama,’’ kata Bu Hari Suprihatin, waka kurikulum.
Kebanggaan Bu Hari Suprihatin, juga semua warga  MTsN Sidorejo, bertambah karena madrasah ini berhasil mencatat angka kelulusan 100 persen dengan klasifikasi nilai A. ‘’Nilai yang diperoleh para siswa rata-rata 31,18,’’ ungkapnya.
Prestasi yang membanggakan itu nggak datang secara tiba-tiba, tetapi banyak pihak yang membantu dalam menyukseskan kelulusan. Juga persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum ujian nasional (unas). ‘’Untuk menyiapkan anak-anak, mulai bulan Oktober semester I sudah ada IB,’’ tuturnya.
Nah, saat mendekati hari H, jam pelajaran ditambah. IPA yang biasanya 6 jam menjadi 10 jam. Saat mulai duduk dikelas IX banyak anak yang ketakutan menghadapi ujian nasional. Para guru juga nggak bocan-bocannya kasih motivasi dan bimbingan agar anak-anak nggak nervous dan tetap semangat.
Kata Bu Hari Suprihatin, keberhasilan anak-anak MTsN Sidorejo meraih nilai ujian yang memuaskan nggak lepas dari peran orang tua. Soalnya, para ortu rajin memantau putra-putrinya di rumah. (*)


Tradisional dan Modern

Perpisahan Siswa
Kelas IX Meriah
SIAPA bilang seni hadroh tradisional nggak menarik. Anak-anak MTsN Sidorejo mampu membuktikan kalau seni itu bisa eksis dan bersaing dengan kesenian modern.
Bahkan, grup seni hadroh madrasah ini sudah sering tampil di berbagai even.
Grup seni hadroh MTsN Sidorejo juga tampil memukau waktu acara perpisahan siswa kelas IX di Tiron beberapa waktu lalu. ‘’ Seni hadroh tradisional dikembangkan di madrasah ini sejak tahun 2004,’’ ungkap pembina hadroh MTsN Sidorejo.
 Walaupun awalnya banyak kesulitan untuk melatih anak-anak hadroh, tapi guru pembimbing nggak patah semangat. ‘’Terkadang anak-anak koordinasinya agak lambat kalau dipanggil kurang cepat, tetapi alhamdulillah akhirnay berjalan lancar,’’ ujarnya.
Pengembangan seni hadroh di MTsN Sidorejo tak hanya berkutat pada skill, tapi juga variasi lagu, musik dan sebagainya. Latihannya sendiri dilakukan seminggu sekali pada waktu pengembangan diri dan jika akan tampil dalam sebuah acara.
Sekarang untuk memajukan seni hadroh di MTsN Sidorejo ini, selain yang tradisional juga ada seni hadroh modern. Dengan adanya seni hadroh modern ini diharapkan bakat-bakat anak bisa terus berkembang.
Gimana dengan anak-anak yang menyukai musik masa kini? Mereka diwadahi dalam pengembangan diri band. Waktu perpisahan anak-anak kelas IX lalu, mereka juga ikut mengisi acara dan dapat sambutan meriah. (*)


Jarak Berjauhan tapi Tetap Kompak
MTsN Sidorejo, Wungu, Kabupaten Madiun, terbilang madrasah yang unik. Sebab, madrasah ini punya dua gedung yang lokasinya berjauhan. Satu di Desa Sidorejo, Wungu, dan satunya lagi di Tiron, Nglames.
Walaupun begitu, kegiatan belajar mengajar yang di Sidorejo maupun Tiron sama-sama berjalan maksimal. Siswanya pun sama-sama mampu menorehkan prestasi membanggakan. ’’Saya sangat bangga, karena walaupun tempat mereka berjauhan tetapi sama-sama mampu berprestasi,’’ kata Pak Budi Priyono, kepala madrasah.
Walaupun terpisah jarak cukup jauh, lanjut Pak Budi, siswa-siswinya selalu kompak dan rukun. Mereka juga sering kumpul bareng dalam kegiatan tertentu seperti outbond, kemah besar, dan sebagainya.
‘’Visi madrasah kami adalah terwujudnya manusia yang beriman dan bertaqwa kepribadian, berilmu terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan misinya salah satunya adalah mengembangkan pembelajaran iptek yang berkualitas dalam rangka meningkatkan daya saing dalam kemandirian,’’ tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Exmud Online © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum